RATING : YA

Berpuasa 12 - 13 jam sehari selama bulan Ramadan mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan, misalnya memperbaiki sistem pencernaan hingga menurunkan berat badan.

Sayangnya, kebiasaan makan yang tidak teratur di bulan Ramadan dapat membuat semua kebaikannya hilang dan justru menyebabkan efek buruk bagi tubuh. Ambil contoh prinsip ‘balas dendam’ yang kerap kita lakukan saat berbuka, ketika kita melahap segelas teh manis, dua potong gorengan, satu pisang cokelat lumer, dan ditutup dengan es buah.

Belum lagi di hari Lebaran, kita juga menyantap hidangan khas bersantan seperti opor ayam, rendang dan ketupat sayur. Nikmat, sih, tapi jangan lupakan efeknya pada kadar kolesterolmu.

Perlu diingat, makanan bersantan mengandung lemak jenuh yang bisa menyebabkan kenaikan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau dikenal juga sebagai kolesterol jahat. Lemak jenuh ada di daging merah, ayam, keju dan es krim.

Terlalu banyak kolesterol jahat (LDL) dapat menyebabkan penumpukan lemak yang menyumbat aliran darah ke jantung dan otak, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Ada baiknya ketika berbuka puasa dan Lebaran, kamu tetap menjaga nafsu makan agar tidak melulu ‘balas dendam’. Buang jauh-jauh deh, sikap permisif dalam hatimu yang bilang ‘ah, kan cuma setahun sekali, biarin aja makannya gila-gilaan!’. Tetap perhatikan porsi hidangan berbuka yang kamu konsumsi, cukupi kuota 8 gelas air putih sehari, dan penuhi kebutuhan gizi untuk jantung yang sehat dengan ACTICOR.

ACTICOR adalah minuman mengandung susu dengan kandungan serat pangan larut Beta Glucan dari oats dan Inulin dari tumbuhan chicory, rendah lemak dan diperkaya dengan vitamin B1 & B2 untuk membantu turunkan kolesterol. Minum ACTICOR 2x sehari setelah makan untuk jantung yang sehat. #LiveHeartFirst

ACTICOR dengan Beta Glucan dan Inulin bantu
turunkan kolesterol. Minum ACTICOR 2x sehari
sebagai bagian dari diet sehatmu. Kolesterol terkontrol
untuk Jantung yang Sehat. #LiveHeartFirst