RATING : YA

Pernah dengar gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle) aka mager?

Kamu pernah duduk manis di depan komputer selama lebih dari 3 jam? Streaming drama Korea sambil tiduran dan ngemil keripik? Ngegame semalam suntuk? Itu dia yang dinamakan gaya hidup sedentari, yaitu kebiasaan-kebiasaan dalam hidup yang tidak melibatkan banyak gerak.

Faktor-faktor pembentuk gaya hidup tidak sehat ini di antaranya tuntutan kerja dan kemudahan berteknologi, apalagi bagi kita yang merupakan masyarakat urban. Sebagai karyawan kantoran, tanpa terasa berjam-jam dihabiskan untuk duduk di belakang meja. Bahkan saking mager-nya, makan siang tinggal order dengan ojek online dan akan diantar sampai ke kantor.

Fenomena global ini telah menjadi isu di seluruh dunia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018 mencatat kenaikan gaya hidup kurang aktivitas fisik masyarakat Indonesia, yakni dari 26,1% di tahun 2013 naik menjadi 33,5% di tahun 2018. Yang dimaksud kurang aktivitas fisik di sini adalah kegiatan kumulatif kurang dari 150 menit/minggu.

Ketika kamu kurang gerak, tubuh akan kehilangan kemampuan untuk mengubah lemak menjadi energi, sehingga lemak akhirnya disimpan dan menumpuk. Kurang gerak juga menjadi sumber penyakit seperti kolesterol tinggi, yang menjadi biang keladi berbagai penyakit kardiovaskular yakni stroke dan jantung koroner. Gaya hidup sedentari ditambah dengan asupan makanan tidak sehat dan stress tinggi adalah trio maut yang bisa menjadi silent killer masyarakat urban. They’re the real drama, bukan oppa!

Mengganti gaya hidup bisa mengurangi kadar kolesterol dan memperbaiki kesehatanmu. Kalau masih bingung harus mulai darimana, yuk cek beberapa tips berikut untuk kembali hidup sehat di tengah kesibukanmu!

Ingat, selalu #LiveHeartFirst!

ACTICOR dengan Beta Glucan dan Inulin bantu
turunkan kolesterol. Minum ACTICOR 2x sehari
sebagai bagian dari diet sehatmu. Kolesterol terkontrol
untuk Jantung yang Sehat. #LiveHeartFirst