Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.

Kurangi Lemak Jahat, Salah Satu Kunci Diet Rendah Kolesterol

Ketika makan di restoran atau di acara pernikahan, umumnya kamu akan disajikan dengan berbagai menu secara prasmanan. Metode penyajian seperti ini sering kali membuat seseorang dilema sebelum memakannya. Selain karena kebingungan memilih menunya, sebagian menu tersebut bisa jadi mengandung lemak yang kata menurut para ahli kesehatan perlu dihindari.

Load more

Pasalnya, lemak tersebut merupakan lemak jahat. Jenis-jenis lemak ini pada umumnya akan dihindari atau bahkan benar-benar tidak ada pada diet rendah kolesterol. Hal ini disebabkan oleh kemampuan lemak jahat untuk meningkatkan kolesterol dengan menurunkan HDL serta meningkatkan LDL.

Berikut ini penjelasan lengkap seputar jenis-jenis lemak yang jahat serta lemak apa saja yang bisa kamu gunakan dalam menu diet rendah kolesterolmu!

Lemak Jahat

Saat membicarakan tentang lemak, orang mungkin akan segera membayangkan bagian dari tubuh hewan yang lunak dan menempel pada dagingnya. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, saat membicarakan tentang lemak jahat, yang perlu diperhatikan adalah kandungannya yang dapat membawa pengaruh buruk bagi kadar kolesterol kamu.

Jenis lemak jahat secara garis besar terbagi menjadi dua jenis, antara lain lemak jenuh dan juga lemak trans. Simak penjelasan singkatnya di bawah ini!

  • Lemak Jenuh (Saturated Fats)

Jenis lemak jenuh cenderung berbentuk lebih padat jika tidak dipanaskan. Contohnya ada pada daging, keju, serta mentega. Namun, tidak jarang juga lemak ini juga hadir dalam minyak, seperti minyak kelapa dan juga minyak sawit. Kesimpulannya, lemak jahat ini ada di banyak sekali menu makanan yang enak.

Lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebab penyakit jantung, yaitu kolesterol tinggi. Hal ini terjadi karena lemak jenuh mampu meningkatkan LDL (low-density lipoproteins) yang mampu meningkatkan total kolesterol serta membuatnya mengendap pada arteri. Oleh itu, kamu perlu berhati-hati karena hal ini.

  • Lemak Trans (Trans Fats)

Jenis lemak trans berbeda dengan lemak jenuh. Bahkan, lemak trans sebenarnya merupakan lemak yang tak jenuh yang melewati proses hidrogenasi. Namun, jenis lemak ini lebih mirip dengan lemak jenuh karena sama-sama berpengaruh buruk serta memiliki tekstur yang padat jika dalam suhu yang sedang.

Contoh bahan makanan yang perlu kamu hindari antara lain kue, roti, atau fast food yang dibuat menggunakan minyak dengan kandungan lemak trans tinggi, seperti minyak sawit. Menghindari lemak trans seperti ini sangatlah penting dalam diet rendah kolesterol karena jenis lemak ini mampu meningkatkan LDL, total kolesterol, serta menurunkan kadar kolesterol baik HDL.

Lemak Baik

Setelah mengetahui bahaya lemak trans dan lemak jenuh, kini kamu perlu mengetahui jenis lemak yang baik, yaitu lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh terbagi menjadi lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fats) dan juga ganda (polyunsaturated fats). Masing-masing jenis lemak tak jenuh ini dapat menjadi pengganti salah satu jenis lemak jahat.

Lemak tak jenuh tunggal mampu menjaga kadar HDL tubuh dan menurunkan LDL. Kamu bisa menemukan kandungan ini pada minyak alternatif pengganti minyak sawit, antara lain minyak zaitun dan canola, serta juga pada buah alpukat.

Kemudian, kamu bisa menjadikan lemak tak jenuh ganda sebagai alternatif. Jenis lemak ini terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu Omega-3 dan Omega-6. Secara spesifik, kandungan Omega-3 akan sangat baik karena dapat menurunkan LDL secara signifikan. Kamu bisa memasukkannya pada menu diet rendah kolesterol dengan mengganti daging biasa dengan daging ikan, seperti salmon dan juga tuna.

Nah, itulah tadi beberapa jenis lemak, baik yang buruk dan yang cocok untuk dikonsumsi bagi kamu yang sedang menjalankan diet rendah kolesterol. Kini, kamu telah mengetahui bahwa tidak semua lemak bersifat jahat dan mengonsumsi makanan yang enak serta sehat bisa dilakukan secara bersamaan.

Selanjutnya, pastikan kamu juga menjalankan upaya hidup sehat lainnya. Beberapa di antara hidup sehat tersebut, yakni menjaga pola makan, rutin berolahraga, berhenti merokok, serta meminum Nestlé ACTICOR setiap hari.

Nestlé ACTICOR diperkaya serat larut (soluble fiber) inulin dari akar chicory serta beta glucan yang diambil dari oat. Keduanya teruji secara klinis dapat mengurangi kadar kolesterol LDL pada tubuh kamu. Minuman penurun kolesterol ini juga baik untuk dikonsumsi sehari 2 kali setelah selesai makan.

Hal ini tidaklah sulit karena segala kebaikannya dapat dinikmati melalui rasa yang nikmat yang terbagi dalam 4 varian, yaitu Green Tea Latte, Avocado, Banana, serta Chocolate.

Nestlé ACTICOR, cara alami turunkan kolesterol!