Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.

Kenali Penyakit Jantung Koroner, Jenis Penyakit Jantung yang Sering Terjadi

Penyakit jantung atau cardiovascular diseases (CVDs) merupakan penyakit yang paling banyak meraup korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya. Bahkan, setidaknya 31% dari kematian di tahun 2016 disebabkan oleh penyakit yang satu ini. Menyeramkan, bukan?

Load more

Adapun jenis penyakit jantung yang umum adalah penyakit jantung koroner atau coronary artery disease (CAD). Fakta ini sangatlah wajar karena penyakit jantung koroner dapat dipicu dari pola hidup yang tidak sehat, sehingga siapa saja bisa mengalaminya di kemudian hari.

Maka dari itu, langsung saja simak ulasan seputar jantung koroner dan bagaimana kamu bisa menghindarinya!

Pengertian Penyakit Jantung Koroner

Jenis penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri seseorang mengalami penyumbatan. Umumnya, hal ini disebabkan oleh kolesterol atau trigliserida yang menumpuk di arteri (atherosclerosis). Apabila ini terjadi, tentu saluran darah ke organ jantung akan terhambat.

Tapi, tidak hanya berhenti di situ. Tersumbatnya saluran darah tersebut akan mengurangi asupan oksigen ke organ jantung. Seperti yang kita ketahui, jantung adalah organ yang memiliki peran utama memompa darah ke seluruh tubuh. Tanpa adanya oksigen yang cukup, tentu fungsinya tidak akan berjalan secara sempurna. Hal inilah yang nantinya akan memicu rasa sakit di dada, serangan jantung, atau bahkan kerusakan permanen pada organ jantung, seperti gagal jantung.

Faktor Penyakit Jantung Koroner

Ketika berbicara tentang faktor risiko, kamu perlu memahami bahwa semakin banyak yang kamu miliki, maka akan semakin tinggi juga risiko penyakit jantung koroner. Kemudian, ketahui juga bahwa faktor tersebut mungkin tidak bisa dikontrol atau merupakan faktor bawaan. Apabila memilikinya, kamu memiliki tanggung jawab lebih untuk memperhatikan kondisi kesehatanmu.

Adapun faktor risiko jenis penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut.

● Faktor Usia

Penumpukan plak di arteri tidak terjadi begitu saja. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga kamu merasakan efeknya. Maka dari itu, seiring berjalannya usia, penumpukan tersebut akan meningkat dan risiko penyakit jantung koroner juga semakin tinggi.

● Faktor Jenis Kelamin

Seks atau jenis kelamin dipercaya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya risiko jenis penyakit jantung koroner pada seseorang. Sebagai contoh, para perempuan memiliki risiko kematian karena penyakit jantung koroner yang lebih tinggi apabila mereka telah memasuki masa menopause.

● Riwayat Keluarga

Menurut Federasi Jantung Dunia atau World Heart Federation, risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner akan meningkat apabila ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya. Hal ini bukan mencakup orang tua saja, loh! Baik saudara perempuan dan laki-laki juga termasuk di dalamnya.

Jika ternyata kamu punya faktor risiko di atas, kamu perlu lebih waspada jika punya faktor risiko yang ada di bawah ini. Namun, sebelum lanjut mengetahuinya, perlu disadari kalau faktor risiko jenis penyakit jantung koroner ini bisa dikontrol dengan upaya-upaya tertentu. Simak ulasan berikut!

● Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menyebabkan fungsi otot jantung berkurang. Penyebabnya adalah jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras jika terjadi hipertensi. Hal ini otomatis akan meningkatkan risiko jenis penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, pastikan kamu selalu periksa tekanan darah. Kemudian, jangan lupa untuk mendapatkan bimbingan dari tenaga kesehatan dalam menentukan pola hidup yang sehat demi mengontrol kondisimu.

● Kebiasaan Merokok

Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Sebaliknya, jika kamu berhenti, risiko serangan jantung akan berkurang, bahkan dari 24 jam setelah rokok terakhirmu. Jadi, meskipun hal ini terbilang susah, upayakan sebisa mungkin karena berhenti merokok akan membawa manfaat sangat berarti bagi kesehatan jantung.

● Jarang Berolahraga

Apakah kamu salah satu orang yang termasuk jarang berolahraga? Jika iya, kamu perlu berhati-hati karena ini merupakan faktor risiko jenis penyakit jantung koroner. Tapi, kalau kamu memilih untuk berolahraga, selamat karena olahraga mampu memperbaiki kolesterol baik, menurunkan tekanan darah, serta menguatkan fungsi jantung!

Baca juga: Konsisten Adalah Kunci, Yuk Lakukan 5 Cara Menjaga Kesehatan Jantung Ini Agar Tetap Aktif Di Usia Muda

● Diabetes

Penyakit diabetes mellitus terjadi ketika kadar gula terlalu tinggi di dalam darah. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memproduksi insulin secara cukup. Jadi, usahakan untuk diet rendah gula dan mengikuti saran dokter.

● Kadar Kolesterol Tidak Normal

Tahukah kamu bahwa tubuh kita sebenarnya membutuhkan kolesterol untuk membentuk hormon serta membangun jaringan-jaringan tubuh? Tapi, kenapa kadar kolesterol yang tinggi ditakuti banyak orang, ya?

Secara garis besar, kolesterol dibawa oleh dua jenis lipoprotein, yakni high-density lipoproteins (HDL) serta low-density lipoproteins (LDL). Keduanya memiliki cara bekerja yang berbeda karena HDL akan membawa kolesterol berlebih ke organ hati untuk diproses dan dibuang, sedangkan LDL berisiko membawa kolesterol ke arteri.

Jika sudah sampai di arteri, tentu nantinya kolesterol akan menghambat arteri (atherosclerosis) serta memicu jenis penyakit jantung koroner. Hal inilah yang menyebabkan LDL disebut sebagai ‘kolesterol jahat’ dan HDL sebagai ‘kolesterol baik’.

Lantas, bagaimana cara mengobati kolesterol tinggi secara alami? Kamu membutuhkan komitmen dalam menjalani pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga, mengurangi konsumsi lemak jenuh dan memilih lemak tak jenuh tunggal atau ganda, berhenti merokok, serta mengurangi berat badan.

Baca juga: Kurangi Lemak Jahat, Salah Satu Kunci Diet Rendah Kolesterol

Kemudian, kamu juga bisa memperbanyak konsumsi serat larut, misalnya lewat konsumsi buah dan juga sayuran. Bila perlu, minumlah Nestlé ACTICOR yang mengandung dua jenis serat larut, yakni beta-glucan (dari oats) dan inulin (dari akar chicory), yang teruji klinis mampu turunkan LDL.

Nikmati Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan sebagai cara alami turunkan kolesterol. Selanjutnya, rasakan kelezatan empat variannya, antara lain Banana, Avocado, Green-Tea Latte, dan juga Chocolate!

Demikian informasi penting seputar jenis penyakit jantung koroner. Kini, kamu telah mengetahui ancaman yang dibawa oleh penyakit jantung koroner. Selanjutnya, upayakan untuk membangun pola hidup yang sehat dan pastikan untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala-gejala penyakit jantung koroner yang umum, seperti sakit, perasaan berat, terbakar, atau sesak di dada.