Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.

Berapakah Kadar Normal Kolesterol Dalam Tubuh? Simak Penjelasannya!

Setiap orang tentu ingin punya tubuh yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit jantung. Oleh karena itu, sangat wajar jika kebanyakan dari kita akan dengan sukarela menjalankan pola hidup sehat seperti memilih makanan sehat dan bernutrisi serta memperbanyak olahraga.

Load more

kadar kolesterol normalNamun begitu, pola hidup sehat saja sebenarnya tidak cukup kalau kita tidak benar-benar memahami ancaman yang mungkin menyerang jantung, loh! Pasalnya, penyakit jantung adalah salah satu penyakit silent killer atau penyakit mematikan yang cenderung tanpa gejala.

Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit jantung, kamu perlu cek carah dan memastikan telah mencapai kadar normal kolesterol. Nantinya, kamu akan disajikan berbagai angka yang bisa memberikan gambaran seputar apa saja yang bisa dilakukan guna mengurangi risiko penyakit jantung akibat kolesterol tinggi.

Berikut adalah penjelasan lengkap seputar kadar normal kolesterol!

LDL atau Low-density Lipoproteins

Saat memeriksa kadar kolesterol pada tubuh, kadar LDL bisa jadi merupakan salah satu yang paling harus kamu perhatikan pertama kali. LDL adalah lipoprotein atau gabungan dari lipid dan protein yang sering dianggap sebagai “kolesterol jahat.”

Reputasi buruk ini bukanlah tanpa alasan karena LDL merupakan jenis lipoprotein yang berisiko membawa kolesterol ke saluran arteri dan menghinggap di sana. Alhasil, kamu akan lebih berisiko mengalami penghambatan arteri (arterosklerosis) dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Penghambatan arteri ini nantinya akan mengurangi asupan oksigen ke berbagai organ. Kalau asupan oksigen ke otak menurun, kamu bisa terkena stroke. Kemudian, kalau asupan ke jantung yang justru menurun, dampak yang terjadi bisa jadi penyakit jantung atau bahkan kematian.

Cobalah untuk meraih kadar normal kolesterol LDL, yakni 100 mg/dL. Beberapa hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan perbanyak konsumsi gandum utuh, kacang-kacangan, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh. Kemudian, jangan lupa untuk juga memperbanyak serat larut yang bisa diperoleh dari buah-buahan serta sayuran.

Selanjutnya, cobalah untuk mengonsumsi Nestlé ACTICOR sebanyak dua (2) hari sekali setelah makan. Sebab, setiap varian Nestlé ACTICOR (Avocado, Chocolate, Banana, dan Green Tea Latte) mengandung dua jenis serat larut, yakni inulin dari akar chicory dan beta-glucan dari oats. Kedua jenis serat larut ini telah teruji klinis mampu kurangi kadar LDL di dalam tubuhmu, loh!

ACTICOR, cara alami turunkan kolesterol!

HDL atau High-density Lipoproteins

Lipoprotein ini mirip seperti LDL di mana keduanya terbentuk dari lipid dan protein serta berfungsi membawa kolesterol. Namun, HDL sering dianggap sebagai “kolesterol baik” karena berfungsi membawa kolesterol ke organ hati. Dari situ, kolesterol akan diproses untuk dibuang dari tubuhmu.

Upaya membersihkan kolesterol oleh HDL ini nantinya juga akan membantu kamu mencapai kadar normal kolesterol. Selanjutnya, risiko penyakit jantung dan stroke pun akan menurun. Hebat, bukan?

Jika sudah cek darah, perhatikan apakah HDL di tubuhmu di atas 60 mg/dL atau tidak. Apabila belum, usahakan untuk menjaga berat badan, menjauh dari rokok, serta memperbanyak olahraga.

Total Kolesterol

Kadar total kolesterol menjelaskan seberapa banyak kolesterol yang ada di tubuh kamu. Hal ini mengartikan kolesterol yang dibawa LDL dan HDL pun termasuk di dalamnya.

Tapi, sebelum kamu kebingungan, kamu perlu tahu bahwa tubuh kita pada dasarnya membutuhkan kolesterol untuk memproduksi hormon-hormon tertentu serta menjaga fungsi sel-sel tubuh. Hal inilah yang menyebabkan tubuh akan memproduksinya sendiri lewat organ hati.

Namun begitu, perlu disadari kalau kadar total kolesterol sebaiknya tidak melebihi kadar normal kolesterol, yaitu 200 mg/dL. Upayakan untuk terus mengonsumsi lemak tak jenuh ganda (seperti pada ikan salmon dan makerel), mengurangi lemak trans (seperti pada makanan gorengan), serta menurunkan berat badan degan cara-cara yang sehat.

Trigliserida

Pada dasarnya, trigliserida dibutuhkan oleh tubuh untuk menampung kalori berlebih. Nantinya, tubuh kamu akan dapat menggunakan trigliserida ini sebagai sumber energi. Tetapi, jika asupan kalorimu berlebih (misalnya dari karbohidrat), kamu akan berisiko punya kadar trigliserida yang tinggi.

Saat memeriksa apakah kamu mencapai kadar normal kolesterol, pastikan trigliserida sudah mencapai normal juga, ya.  Pastikan angkanya di bawah 150 mg/dL karena, kalau angkanya terlalu tinggi, risiko penghambatan arteri pun juga bisa kamu alami, sama seperti jika LDL tinggi.

Berbagai cara yang bisa kamu praktekkan antara lain dengan memerhatikan asupan kalori dan gula, mengontrol berat badanmu, berolahraga setidaknya 30 menit sehari, serta mengganti konsumsi lemak ke lemak tak jenuh (unsaturated fats).

Kapan Kamu Perlu Cek Kolesterol?

Setelah mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan saat mencoba meraih kadar normal kolesterol, kini saatnya untuk kamu mengetahui kapan cek darah perlu dilakukan.

Secara garis besar, semua orang berusia di atas 20 tahun perlu memeriksa darah setiap 5 tahun sekali. Akan tetapi, kalau kadar kolesterol total di tubuh kamu sedang lebih dari 200 mg/dL, pastikan untuk memeriksa kolesterol setiap 3 bulan dan meningkatkan pola hidup sehat agar mecapai kadar normal kolesterol. Jika kondisi sudah normal, kamu bisa kembali periksa setiap 5 tahun sekali.

Tetapi, perlu disadari kalau hal ini tidaklah absolut. Jika kamu punya faktor-faktor risiko tertentu, para ahli kesehatan yang menanganimu mungkin akan meminta cek darah lebih sering. Beberapa dari faktor tersebut adalah usia (pria 55 tahun ke atas dan wanita 65 tahun ke atas), riwayat penyakit jantung dalam keluarga, mengidap diabetes atau/dan hipertensi, serta gaya hidup tidak sehat. Maka dari itu, sebaiknya jangan lupa untuk juga konsultasi dan menanyakan anjuran dokter, ya!

Nah, itulah tadi penjelasan seputar kadar normal kolesterol serta apa saja yang bisa dilakukan guna mencapai kadar tersebut. Pada dasarnya, kamu perlu secara rutin melakukan cek darah untuk selalu mengetahui faktor risiko yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu akan tahu apa saja yang perlu kamu lakukan guna mengurangi kadarnya.

Semoga informasi ini bermanfaat!